Friday, June 5, 2015

Menyoal Libertarianisme

Libertarianisme(Ideologi yang menginginkan pemerintahan minimal dan cenderung pro-kebebasan, termasuk pro-Pasar Bebas), sejatinya tidak menginginkan kebebasan, karena ada diantara mereka yang "benci" dengan hal2 yang tampaknya "mudah" namun return-nya besar.

Libertarian sejatinya adalah kaum yang percaya bahwa Pasar jika dibiarkan bebas akan menjadi mekanisme meritokratik yang akan menyingkirkan "parasit", dimana definisi "parasit" disini menyempit ke kaum-kaum yang cara hidupnya tak sesuai dengan moralitas "kerja" mereka. Tentu definisi "moralitas" kerja ini subyektif. Yang mereka kategorikan sebagai "parasit" bisa beragam, mulai dari spekulan wall street sampai kaum ekonomi lemah yang tak mampu berdiri sendiri, yang dalam bahasa mereka adalah orang-orang lemah yang bisanya cuma menerima bantuan gratis dari pemerintah. Bahkan ada orang-orang yang memasukkan seniman sebagai salah satu parasitnya.

Mereka percaya, secara otomatis, Pasar jika dibiarkan bebas lambat laun akan menyingkirkan orang-orang yang cara hidupnya tak sesuai dengan moralitas itu, dan sebaliknya orang-orang yang hidup sejalan dengan prinsip kerja mereka akan dapat ganjaran setimpal. Pada dasarnya mereka menganggap bahwa mekanisme Pasar mempunyai moralitas intrinsik yang sesuai dengan prinsip moral mereka. Tapi kenyataannya Pasar tidak bekerja sesuai kepercayaan mereka. Maka ketika mereka melihat kaum-kaum yang bisa hidup enak didalam mekanisme pasar ini, tetapi tidak mengikuti "moralitas" yang mereka anut, muncul keinginan untuk intervensi. Sayangnya ideologi kebebasan mereka tak membolehkan adanya peraturan yang melarang itu, maka cara yang bisa mereka lakukan adalah meyakinkan publik ataupun circle dekat mereka untuk menyingkirkan mereka secara "halus", mulai dari internet trolling, public shaming, sampai represi langsung di dunia nyata. Contoh gampangnya ya shaming soal make muka/bodi untuk sekedar nyari duit/popularitas, atau orang-orang yang ngamen online lewat Patreon tanpa melakukan hal-hal yang dianggap "worthwhile". Kenapa? karena yang mereka lakukan dianggap gampang, instan, "tak berguna"(atau kegunaannya terbatas), dan tak perlu effort lebih.

Sejatinya yang mereka inginkan adalah keadilan ala Meritokrasi dimana semua parasit secara otomatis mati, dan mereka-mereka yang dianggap terbaik(oleh definisi subyektifnya) bebas menginjak yang dibawah, bukan sebuah Kebebasan absolut untuk semua orang seperti yang dikatakan team marketingnya.

No comments:

Post a Comment