Libertarianisme(Ideologi yang menginginkan pemerintahan minimal dan
cenderung pro-kebebasan, termasuk pro-Pasar Bebas), sejatinya tidak
menginginkan kebebasan, karena ada diantara mereka yang "benci" dengan
hal2 yang tampaknya "mudah" namun return-nya besar.
Libertarian
sejatinya adalah kaum yang percaya bahwa Pasar jika dibiarkan bebas
akan menjadi mekanisme meritokratik yang akan menyingkirkan "parasit",
dimana definisi "parasit" disini menyempit ke kaum-kaum yang cara
hidupnya tak sesuai dengan moralitas "kerja" mereka. Tentu definisi
"moralitas" kerja ini subyektif. Yang mereka kategorikan sebagai
"parasit" bisa beragam, mulai dari spekulan wall street sampai kaum
ekonomi lemah yang tak mampu berdiri sendiri, yang dalam bahasa mereka adalah orang-orang lemah yang
bisanya cuma menerima bantuan gratis dari pemerintah. Bahkan ada
orang-orang yang memasukkan seniman sebagai salah satu parasitnya.
Mereka
percaya, secara otomatis, Pasar jika dibiarkan bebas lambat laun akan
menyingkirkan orang-orang yang cara hidupnya tak sesuai dengan moralitas
itu, dan sebaliknya orang-orang yang hidup sejalan dengan prinsip kerja
mereka akan dapat ganjaran setimpal. Pada dasarnya mereka menganggap
bahwa mekanisme Pasar mempunyai moralitas intrinsik yang sesuai dengan
prinsip moral mereka. Tapi kenyataannya Pasar tidak bekerja sesuai
kepercayaan mereka. Maka ketika mereka melihat kaum-kaum yang bisa hidup
enak didalam mekanisme pasar ini, tetapi tidak mengikuti "moralitas"
yang mereka anut, muncul keinginan untuk intervensi. Sayangnya ideologi
kebebasan mereka tak membolehkan adanya peraturan yang melarang itu,
maka cara yang bisa mereka lakukan adalah meyakinkan publik ataupun
circle dekat mereka untuk menyingkirkan mereka secara "halus", mulai
dari internet trolling, public shaming, sampai represi langsung di dunia
nyata. Contoh gampangnya ya shaming soal make muka/bodi untuk sekedar
nyari duit/popularitas, atau orang-orang yang ngamen online lewat
Patreon tanpa melakukan hal-hal yang dianggap "worthwhile". Kenapa?
karena yang mereka lakukan dianggap gampang, instan, "tak berguna"(atau
kegunaannya terbatas), dan tak perlu effort lebih.
Sejatinya
yang mereka inginkan adalah keadilan ala Meritokrasi dimana semua
parasit secara otomatis mati, dan mereka-mereka yang dianggap
terbaik(oleh definisi subyektifnya) bebas menginjak yang dibawah, bukan
sebuah Kebebasan absolut untuk semua orang seperti yang dikatakan team
marketingnya.
No comments:
Post a Comment